Leluhur Sekte Api Langit menajamkan pandangan, matanya menyapu seluruh penjuru tempat itu dengan gerakan perlahan namun penuh waspada. Sorot matanya berubah serius ketika ia menyadari bahwa mereka telah terkepung dari segala arah. Deretan prajurit berdiri tegak dengan formasi sempurna. Pedang-pedang berkilat sudah terhunus, busur siap dilepaskan, dan aura kultivasi memenuhi udara, menciptakan tekanan yang membuat udara terasa berat. Wajahnya tetap tenang, tetapi matanya tak pernah lepas dari tiga sosok yang melayang tinggi di langit. Ia mengenali mereka dengan baik, sosok-sosok yang menyimpan kenangan lama dan luka masa lalu.

Leluhur Sekte Api Langit, melangkah perlahan ke arah Lynx. Sorot matanya tajam, tapi bukan karena amarah, melainkan karena kebingungan dan kecurigaan yang tertahan. Ia berbicara pelan, hampir berbisik, namun suaranya mengandung tekanan kuat yang membuat udara di sekitarnya ikut bergetar.

"Xiao Ling... tempat apa ini sebenarnya? Apa kau punya niat menjebakku?"

Nada bicaranya terdengar datar, nyaris tanpa emosi. Namun di balik itu, ada ketegangan yang tak bisa disembunyikan. Ia mencoba tetap mempercayai pemuda di hadapannya, sosok yang selama ini sulit ditebak, namun tak pernah menunjukkan tanda sebagai pengkhianat. Dengan kekuatan yang dimiliki Xiao Ling, tidak perlu menjebak untuk menaklukkan dirinya.

Lynx tidak menoleh, tatapannya tetap tertuju pada pasukan yang mengepung mereka. Ia menjawab dengan suara rendah, tenang, dan jujur.

"Leluhur, saya sendiri tak tahu mengapa situasinya jadi seperti ini. Kita sekarang berada di dalam wilayah Kerajaan Jinghai, tempat dimana ruang dimensi itu berada. Tadi pagi saat saya meninggalkan lokasi ini, semuanya masih kosong. Tidak ada satu pun dari mereka di sini."

Percakapan itu rupanya terdengar jelas oleh ketiga immortal yang berada di atas langit. Mereka saling bertukar pandang sejenak, lalu tawa mereka pecah bersamaan. Tawa yang nyaring, merendahkan, dan penuh dengan rasa puas, menggema di antara langit dan bumi seperti cambuk yang memecah udara.

"Haha, kenapa terkejut, Zhao Feng?" suara berat dan bergema keluar dari salah satu dari mereka. Nada bicaranya dalam, seperti bebatuan raksasa yang bergesekan di dalam lembah sunyi. Ucapannya menunjukkan satu hal yang pasti, pria tua itu bukan hanya tahu nama asli Leluhur Sekte Api Langit, tetapi mengenalnya secara pribadi.

Sosok yang berbicara itu adalah seorang lelaki tua bertubuh kurus tinggi. Wajahnya pucat seperti patung batu yang dipahat tanpa kelembutan. Rambut putih panjangnya menari-nari pelan tertiup angin malam, menyatu dengan bayangan yang melingkupinya. Jubah ungu gelap yang dikenakannya menyatu sempurna dengan kegelapan, menjadikannya tampak seperti roh purba yang baru bangkit dari tidur panjangnya.

"Yi Wushen... apa yang kau lakukan di sini?" seru Zhao Feng, suaranya naik setengah oktaf, memancarkan ketegangan yang tak bisa disembunyikan.

Yi Wushen tersenyum miring, bibirnya mengulas ejekan dingin.

"Harusnya aku yang bertanya padamu. Apa kau datang kemari untuk mencuri fragment senjata iblis? Serahkan kunci dimensi itu, Zhao Feng. Sudah terlalu lama kalian membawanya. Serahkan sekarang!"

Tiba-tiba, suara dingin dan menusuk menyusul dari arah lain. Seorang wanita cantik dengan wajah tirus dan sorot mata sedingin salju menatap tajam ke arah Zhao Feng, lalu melirik sebentar pada Lynx dan Rira. Wajahnya tampak seperti wanita berusia empat puluhan, tapi mereka yang mengenalnya tahu, usianya sebenarnya telah melewati enam abad. Jubah panjang berwarna perak kebiruan menyelimuti tubuh rampingnya, dan kabut dingin selalu menyelubungi langkahnya. Ia adalah Mei Lianhua, leluhur dari Sekte Es Abadi, pemilik teknik rahasia yang memperlambat waktu pada tubuhnya sendiri.

"Zhao Feng, tak kusangka orang yang keluar masuk tempat ini tanpa izin ternyata kau... bersama bocah ingusan itu."

Tatapannya tetap dingin, tapi nada bicaranya penuh perhitungan.

"Kalau bukan karena laporan mata-mata kami yang melihat dua bocah itu melewati portal hari ini, mungkin kami akan menjadi bahan tertawaan. Kehilangan sesuatu yang selama ini kami jaga dengan segenap kekuatan. Karena itu, kami menunggu di sini. Kami tidak akan membiarkan rencanamu berhasil."

Tak lama setelah itu, suara ketiga muncul, berat dan bergemuruh.

"Kehadiranmu di tempat ini membuktikan bahwa semua dugaan kami benar. Kalian pasti datang untuk membuka kembali gerbang dimensi dan mencoba merebut fragment senjata iblis."

Sosok ketiga itu adalah pria tua bertubuh tinggi besar. Rambut putihnya dikepang ke belakang, sementara jenggot lebatnya yang merah kusam menjuntai liar. Di tubuhnya terdapat bekas luka bakar kehitaman yang belum sepenuhnya sembuh. Ia mengenakan jubah merah besi yang tampak seperti bara api yang terus berpijar. Dialah Gong Nanlie, pemimpin lama Sekte Neraka Besi.

Zhao Feng menyeringai, lalu meludah ke tanah. Matanya tak berkedip menatap ketiga mantan sahabatnya.

"Yi Wushen, Mei Lianhua, Gong Nanlie... siapa sangka, aku bisa bertemu kalian lagi di tempat seperti ini. Kupikir kalian sudah lama menyatu dengan tanah. Ternyata kalian masih bernapas, dan masih setia menjadi anjing kerajaan."

Nada suaranya dingin, dengan rasa getir yang mengendap di setiap kata.

Gong Nanlie tertawa pendek, lalu menjawab dengan nada menghina.

"Tutup mulutmu, Zhao Feng. Kau masih berkeliaran seperti roh penasaran, tentu kami tak bisa membiarkanmu menikmati kebebasan itu sendiri, bukan? Lagi pula, kabarnya anakmu, Ketua Sekte Api Langit, mati dibunuh. Menyedihkan sekali. Seorang immortal gagal melindungi anak kandungnya sendiri."

Zhao Feng tak menjawab langsung. Ia hanya diam, tapi rahangnya yang mengeras menunjukkan bahwa kata-kata itu menusuk tepat ke dalam hatinya. Ia mengangkat kepala perlahan, menatap langit dengan mata yang penuh kenangan dan luka lama. Di atas sana, tiga orang yang dulu pernah ia anggap saudara kini berdiri sebagai musuh. Dahulu, mereka berempat menjelajah dunia bersama saat masih berada di tingkat grandmaster. Mereka mendapat petunjuk dan pelatihan dari Leluhur Xiao Tang, meskipun tidak secara resmi diangkat sebagai murid. Bagi mereka, Xiao Tang tetaplah guru.

Namun segalanya berubah ketika para Immortal yang dulu menyegel meteor menghilang. Perbedaan pandangan menyebabkan mereka berpisah, dan pertempuran demi pertempuran mulai mewarnai sejarah mereka.

Zhao Feng menjadi yang pertama menembus ranah Immortal dan memimpin Sekte Api Langit. Yi Wushen menyusul, kemudian Mei Lianhua dan Gong Nanlie. Setelah itu, mereka memimpin sekte masing-masing, tenggelam dalam urusan duniawi yang menghambat kemajuan kultivasi mereka selama ratusan tahun.

Seratus tahun lalu, pertempuran hebat terjadi di antara mereka karena kunci dimensi yang selama ini dibawa oleh Sekte Api Langit. Tiga lainnya tidak menerima hal itu, khawatir kunci itu akan digunakan diam-diam untuk membuka segel fragment senjata iblis. Akhirnya, mereka menyelesaikan perselisihan itu lewat duel satu lawan satu. Zhao Feng keluar sebagai pemenang, dan berhak menyimpan kunci tersebut.

Tak lama setelah itu, mereka semua mundur dari jabatan ketua dan menyerahkan kepemimpinan kepada penerus masing-masing untuk kembali memperdalam kultivasi.

Dan kini, setelah kabar bahwa fragment senjata iblis berhasil dicuri oleh pihak misterius, Kerajaan Jinghai memanggil kembali tiga immortal itu. Mereka diminta menjaga lokasi ruang dimensi untuk mencegah pihak lain mencoba membuka gerbang yang telah lama tersegel itu.

Zhao Feng menatap Gong Nanlie tajam, suaranya penuh ancaman.

"Jaga ucapanmu, Gong Nanlie. Atau Sekte Neraka Besi akan kehilangan leluhur mereka untuk selamanya."

Yi Wushen turun sedikit, auranya bergetar hebat, seolah dunia di sekelilingnya ikut merespons. Ia mengepalkan tangan, lalu berkata dengan dingin

"Seratus tahun lalu kau memang menang, Zhao Feng. Tapi sekarang, meskipun ranahku belum berubah, kekuatanku telah meningkat berkali lipat. Sedangkan kau, masih berada di tempat yang sama. Kali ini, kau tidak akan menang."

Energi spiritual melonjak dari tubuhnya. Angin mendadak berembus kencang, menciptakan pusaran yang membuat pepohonan bergetar hebat. Langit mulai gelap seakan merespons benturan kekuatan besar yang sedang menyusun dirinya untuk meledak.

"Bagus Yi Wushen, kamu harus memberinya pelajaran agar tidak sombong lagi. Di kerajaan Qingyuan, Sekte Api Langit memang paling kuat, tetapi di wilayah kerajaan Jinghai, Sekte Api Langit bukanlah apa-apa." Kata Mei Lianhua.

